Senam Saja Ditutup, Masak Pilkades yang Undang Kerumunan Massal Dibiarkan

Editor :
Bupati Bandung H.M Dadang Supriatna (tengah) didampingi Forkopimda Kab. Bandung saat menghadiri HUT Bhayangkara ke 75 di Mapolresta Bandung, baru-baru ini./visi.news/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Ketua Jamparing Institute H Dadang Risdal Aziz sebelumnya telah menyampaikan saran dan masukan terkait Pilkades serentak yang diduga bakal menciptakan klaster baru. Sehingga dia menegaskan agar pilkades serentak diundur.

“Saya sudah sampaikan agar Pilkades diundur karena masih dalam masa pemberlakuan PPKM Mikro. Kita tahu PPKM Mikro dimulai 3-20 Juli. Senam saja diliburkan masak Pilkades dibiarkan melanggar aturan itu,” tegas Ketua Harian AMPI Kab. Bandung Jumat (2/7).

Sementara itu Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung memutuskan untuk mengundur pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bandung. Semula Pilkades serentak tanggal 14 Juli diundur menjadi menjadi 28 Juli 2021.
Hal itu diungkapkan Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna SIP. MSi kepada wartawan di Soreang Jumat (2/7).

“Mohon maaf, atas kesepakatan bersama Forkopimda, memutuskan Pilkades Serentak diundur pelaksanaannya menjadi tanggal 28 Juli 2021,” jelasnya.

Diundurnya pelaksanaan Pilkades Serentak yang digelar di 49 desa ini didasari masih dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat Jawa-Bali dari 3 hingga 20 Juli.

Selain itu juga memperhatikan banyaknya masukan dari berbagai kalangan agar Pilkades Serentak ditunda.

“Ini juga dalam rangka keselamatan semua dan dalam rangka mentaati instruksi pemerintah pusat,” ujar bupati di samping Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Arh Dhama Noviang Jaya dan Kapolresta, Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan.

Menurut Dadang, tidak ada dampak yang signifikan dengan diundurnya pilkades serentak ini.

“Hanya memang panitia pilkades serentak sudah siap untuk pelaksanaan tanggal 14 Juli itu. Tinggal surat panggilan baliho dan alat peraga kampanye pilkades serentak yang mencantumkan 14 Juli, nantinya tinggal diganti dengan tanggal 28,” kata Kang DS, sapaan bupati.

Baca Juga :  PIALA EROPA 2020: Kiper Robin Olsen Paksa Spanyol Hasil Nirgol Kontra Swedia

Dia menyatakan keputusan Forkopimda ini akan ditindaklanjut dengan menerbitkan surat edaran tentang pengunduran waktu pelaksanaan pilkades serentak.

“Meski pun belum ada jawaban resmi dari pihak Kemendagri tentang pengunduran waktu Pilkades Serentak ini, tapi kami Forkopimda memutuskan agar Pilkades Serentak diundur,” katanya.

Diketahui, Anggaran pelaksanaan pilkades tahun ini total mencapai Rp9,5 miliar.

Alokasi per hak pilihnya meningkat 100 persen.

Di musim pandemi ini, kebutuhannya naik 100 persen. Biasanya Rp10 ribu per hak pilih, sekarang dianggarkan Rp 20 ribu per hak pilih. Sehingga total anggaran sekitar Rp 9,5 miliar untuk 480 ribu hak pilih.

Adanya peningkatan anggaran itu, kata Kang DS, karena pelaksanaannya di tengah pandemi covid-19.

Selain penyediaan masker, sarung tangan, dan hand sanitizer, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) pun akan bertambah.

“Kita juga akan menambah anggaran untuk pelaksanaan tes antigen. Bahkan pemerintah desa juga telah diarahkan, untuk mengalokasikan sebesar 8 persen dari Dana Desa untuk pelaksanaan Pilkades Serentak,” pungkasnya. @pih.

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PIALA EROPA 2020: Taklukkan Belgia, Italia Melaju ke Semifinal

Sab Jul 3 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Dua gol yang diciptakan Nicolol Barella dan Lorenzo Insigne pada babak pertama sudah cukup membuat Italia meraih tiket semifinal Euro 2020 untuk menghadapi Spanyol di Wembley pekan depan setelah mengakhiri perlawanan Belgia dengan 2-1 dalam laga perempat final di Allianz Arena, Munich, Sabtu (3/7/2021) dini hari. Italia […]